Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aplikasi Yang Bisa Dihapus Di Android

Aplikasi Bloatware

Bagi pengguna Android, mungkin pernah merasa kesal dengan banyaknya aplikasi yang sudah terpasang atau dikenal dengan sebutan bloatware. Bloatware merupakan aplikasi default yang sudah terpasang pada smartphone saat dibeli dan tidak dapat dihapus dengan mudah. Ada beberapa aplikasi bloatware yang memang tidak terlalu berguna dan hanya memakan ruang penyimpanan smartphone. Namun, ada juga bloatware yang memang penting dan harus tetap terpasang.

Sebagai pengguna Android, tentu ingin memiliki ruang penyimpanan yang lega dan terhindar dari aplikasi yang tidak perlu. Maka dari itu, pada artikel kali ini akan membahas mengenai aplikasi bloatware pada Android dan cara menghapusnya.

Apa itu Aplikasi Bloatware?

Aplikasi Bloatware

Bloatware merupakan aplikasi default yang sudah terpasang pada smartphone saat dibeli oleh pengguna. Aplikasi ini biasanya sudah dipilih oleh produsen smartphone untuk memenuhi beberapa keperluan smartphone atau untuk mempromosikan produk mereka. Bloatware seringkali memakan ruang penyimpanan dan mungkin tidak digunakan oleh pengguna. Biasanya, aplikasi bloatware sudah terpasang pada smartphone ketika dibeli dan tidak dapat dihapus.

Namun, ada smartphone yang memungkinkan pengguna untuk menghapus aplikasi bloatware tersebut. Beberapa produsen smartphone sudah memperbolehkan pengguna untuk menghapus aplikasi bawaan, namun beberapa juga tidak memperbolehkannya. Sehingga, jika ingin menghapus aplikasi bloatware, maka harus ada trik khusus.

Apakah Aplikasi Bloatware Berbahaya?

Aplikasi Berbahaya

Tidak semua aplikasi bloatware berbahaya bagi smartphone pengguna. Beberapa aplikasi bloatware memang tidak terlalu berguna dan memakan ruang penyimpanan saja. Namun, ada juga aplikasi bloatware yang seringkali meminta akses ke data pengguna, dan dapat mempengaruhi kinerja smartphone. Beberapa aplikasi bloatware yang disertakan pada smartphone dapat menghasilkan iklan yang menjengkelkan dan dapat mengganggu produktivitas pengguna. Beberapa aplikasi bloatware juga memungkinkan pengontrolan pihak ketiga tanpa persetujuan pengguna.

Oleh karena itu, sebaiknya pengguna mempertimbangkan aplikasi bloatware mana yang harus dihapus atau yang harus tetap terpasang pada smartphone. Jika aplikasi bloatware mencurigakan atau mengganggu produktivitas, sebaiknya segera menghapus aplikasi tersebut dari smartphone.

Cara Menghapus Aplikasi Bloatware

Cara Menghapus Aplikasi Bloatware

Penghapusan aplikasi bloatware memang tidak mudah untuk dilakukan, namun dengan trik khusus, pengguna dapat menghapus aplikasi bloatware dari smartphone. Beberapa trik yang dapat dilakukan antara lain:

  • Rooting Smartphone
  • Rooting smartphone adalah cara termudah untuk menghapus aplikasi bloatware. Rooting smartphone memungkinkan pengguna untuk menjadi pengguna super dan dapat menghapus aplikasi bloatware tanpa batasan. Namun, melakukan rooting smartphone dapat membatalkan garansi smartphone dan dapat merusak smartphone jika tidak dilakukan dengan benar.

  • Uninstall Manual melalui Settings
  • Buka aplikasi settings pada smartphone dan pilih aplikasi yang ingin dihapus. Kemudian, tekan dan tahan aplikasi tersebut dan pilih 'uninstall'. Namun, fitur uninstall manual ini tidak selalu tersedia pada smartphone.

  • Menggunakan Aplikasi Pembantu
  • Jika tidak ingin melakukan rooting atau fitur uninstall manual tidak tersedia, pengguna dapat menggunakan aplikasi pembantu untuk menghapus aplikasi bloatware. Ada beberapa aplikasi pembantu yang dapat digunakan, seperti ADB (Android Debug Bridge), SRT AppGuard, dan lainnya.

Aplikasi Bloatware yang Dapat Dihapus pada Smartphone

Aplikasi Bloatware Yang Dapat Dihapus

Berikut adalah beberapa aplikasi bloatware yang seringkali memakan ruang penyimpanan dan dapat dihapus:

  • Facebook
  • Aplikasi Facebook sudah terpasang pada smartphone dan memakan ruang penyimpanan yang cukup besar. Jika pengguna tidak menggunakan aplikasi Facebook, sebaiknya segera menghapus aplikasi tersebut.

  • Game Center
  • Game Center merupakan aplikasi default yang terdapat pada smartphone dan biasanya tidak digunakan oleh pengguna. Pengguna dapat menghapus aplikasi Game Center untuk membebaskan ruang penyimpanan smartphone.

  • Google Play Music
  • Google Play Music seringkali terdapat pada smartphone dan cukup memakan ruang penyimpanan. Pengguna dapat menghapus aplikasi ini jika tidak digunakan.

  • Google Newsstand
  • Google Newsstand merupakan aplikasi baca berita default pada smartphone. Jika pengguna tidak tertarik dengan baca berita, sebaiknya segera menghapus aplikasi Google Newsstand.

  • Google Play Books
  • Google Play Books memungkinkan pengguna untuk membaca buku dari smartphone. Namun, jika pengguna tidak menggunakan aplikasi ini, sebaiknya segera menghapus aplikasi Google Play Books.

  • Google Play Movies & TV
  • Google Play Movies & TV memungkinkan pengguna untuk menonton film dari smartphone. Namun, jika pengguna tidak menggunakan aplikasi ini, sebaiknya segera menghapus aplikasi Google Play Movies & TV.

  • Gmail
  • Saat mengaktifkan smartphone Android pertama kali, pengguna akan diminta untuk mengaktifkan akun Gmail. Jika pengguna sudah memiliki aplikasi email lainnya, sebaiknya menghapus aplikasi Gmail.

Kesimpulan

Sebagai pengguna Android, sebaiknya mempertimbangkan aplikasi bloatware mana yang harus dihapus atau tetap terpasang. Aplikasi bloatware memang dapat memakan ruang penyimpanan dan mempengaruhi kinerja smartphone. Namun, ada beberapa aplikasi bloatware yang memang penting dan harus tetap terpasang pada smartphone. Penghapusan aplikasi bloatware memang tidak mudah dilakukan, namun dengan trik khusus, pengguna dapat menghapus aplikasi bloatware dari smartphone. Sebaiknya, melakukan penghapusan aplikasi bloatware dengan hati-hati dan bertanggung jawab.

Related video of Aplikasi Yang Bisa Dihapus Di Android: Mengenal Aplikasi Bloatware dan Cara Menghapusnya